Oleh Mulyono

entrepeneurinsideAda sekelumit kisah menarik dari seorang Kepala Cabang Bank pemerintah ternama di Jakarta yang bisa kita jadikan pelajaran berharga untuk kehidupan kita sekarang dan yang akan datang. Untuk menjaga nama baik beliau sengaja nama dan Bank yang bersangkutan kami samarkan. Ini benar-benar kisah nyata yang mungkin tidak hanya menimpa Bapak tersebut, tetapi puluhan bahkan ratusan kisah yang sama dan tidak terungkap di media online maupun offline.

 

KEPALA CABANG TERBAIK

Di kawasan strategis di Jakarta (tempat mengadu nasib katanya), ada seorang Kepala cabang Bank ternama milik pemerintah sebut saja Pak Sam. Beliau adalah salah satu kepala cabang terbaik di wilayah itu sehingga tentu saja mempunyai Gaji yang cukup “WAH” dibandingkan dengan kepala cabang bank lain, apalagi jika dibandingkan dengan gaji staf biasa, customer service atau teller, …….Kagak sebanding dech, kata orang betawi.

Gaji Pak Sam cukup menggiurkan, dengan 1 istri dan 3 orang anak yang masih usia sekolah, ( anak pertama kuliah semester 4, anak kedua masih SMA kelas 1 dan anak ketiga masih SD kelas 6 ). Aset beliau cukup banyak, rumah mewah dikawasan elite di Jakarta, mobil ada 3, buat beliau sendiri, istrinya dan anak pertamanya.

Sepintas kehidupan beliau sangat aman dan nyaman, sabtu minggu libur dihabiskan untuk jalan-jalan bersama keluarganya, makan di restoran-restoran ternama di Jakarta. Karena Pak Sam berprinsip :

“Saya kerja keras untuk membahagiakan keluarga !”

“Kapan lagi saya bisa menghilangkan penatnya kesibukan kantor, selain jalan-jalan bersama istri dan anak-anak sambil mencicipi semua kuliner di Jakarta ini saat libur akhir pekan ?”…. Begitu pikir Pak Sam selama bertahun-tahun.

 

7 BULAN MENJELANG PENSIUN

Tak terasa, Pak Sam sudah memasuki usia pensiun. Saat anak-anaknya masih sangat butuh biaya sekolah dan kuliah, pak Sam sudah berusia 54 tahun. Artinya setahun lagi beliau sudah pensiun (menurut aturan yg ada).

Siang itu, sambil makan siang, Pak Sam iseng-iseng ngobrol dengan staf kepercayaannya, sebutlah Pak Bejo, ( Pak Bejo sangat mengagumi prestasi dan dedikasi Pak Sam di Bank tersebut, terbukti beberapa kali Pak Sam mendapatkan penghargaan sebagai Kepala Cabang terbaik dan mampu mengalahkan prestasi kepala cabang  yang lain ).

“Pak Bejo, minta waktu sebentar bisa pak ?” tanya Pak Sam ….” saya mau ngobrol sebentar sama Bapak !”……..

Dengan bangga Pak Bejo pun langsung tangkas menjawab “Boleh pak, dengan senang hati, ada yang bisa saya bantu pak ?” tanya balik Pak Bejo.

“Begini pak, 7 bulan lagi kan saya pensiun, kira-kira bisnis apa ya pak yang prospektif dan cocok buat saya ?” Tanya Pak Sam sambil mengernyitkan dahinya.

 

DUARRRRR!!!!!

Pak Bejo kaget mendengar pertanyaan yang dia sendiri juga bingung mau jawab apa !…….”Waduh ma’af pak, koq nanyanya begitu, bukankah ma’af, penghasilan Bapak cukup besar ?” ….”saya pikir Bapak sudah persiapkan semua untuk masa pensiun Bapak!”….. Jawab pak Bejo ringan.

“Justru itu pak Bejo, saya tidak pernah mempersiapkan sama sekali masa pensiun saya, sementara anak-anak masih sangat butuh biaya untuk sekolah mereka, yang paling tua aja baru semester 4, adiknya kelas 1 SMA dan yg kecil masih SD kelas 6……makanya setelah pensiun saya harus bisnis, ngandelin uang pensiun, waduh…. Nggak bakalan cukup pak !”….Pak Sam panjang lebar kasih penjelasan kepada pak Bejo, berharap pak Bejo bisa kasih solusi terhadap problem barunya itu.

“Waduh Pak Sam…….mohon ma’af, saya sendiri belum pernah bisnis” jawab Pak Bejo bingung. Setali 3 uang pak Bejo pun gak bisa kasih solusi…..bingung iya! dia pikir pak Sam aja bingung mau bisnis apa, bagaimana dengan saya ? Setahun lagi dia juga pensiun ??? …….Nah loh !!!

 

Kisah ini mungkin bisa terjadi kepada siapa saja, dan tidak harus seorang kepala cabang sebuah bank ternama, mungkin juga terjadi kepada orang tua kita dulu, paman kita, saudara kita atau teman kita, yang notabene punya pekerjaan yang penghasilannya jauh di bawah gaji seorang kepala cabang.

Dari kisah ini bisa kita ambil hikmahnya, bahwa untuk mempersiapkan hari tua atau masa pensiun kita, seharusnya jangan menunggu nanti setelah dua tahun atau setahun menjelang pensiun, tetapi jauh-jauh hari harus di pikirkan, apalagi jika anak-anak kita masih kecil-kecil……Coba Anda hitung, saat Anda pensiun kerja (jika di kasih umur panjang lho …..!!!), si bontot ….anak Anda paling kecil usianya berapa nanti ? Kira-kira masih butuh biaya sekolah atau kuliah nggak ?

Apakah Anda masih berpikir “Tradisional” ? Biarkan kakaknya yang ngebiayain dia sekolah, kan kakaknya udah kerja !!!!…… Halloooo…… Ya kalau kakaknya mau, kalau nggak mau ?, terus anda mau bilang :” Nak, Bapak udah nggak kerja lagi, jadi kamu nggak usah kuliah ya, Bapak nggak sanggup ngebiayain kuliah kamu !”……..padahal kakak-kakaknya semua bisa lulus kuliah…..terus berharap si bontot ikhlas menerima nasibnya nggak bisa kuliah karena bapaknya sudah pensiun kerja ???

 

SOLUSINYA APA DONG ??? …….. Mudah-mudahan yang ini bisa membantu :

  • Jangan merasa aman dan nyaman dengan pekerjaan dan tempat Anda bekerja sekarang…… Sudah banyak bukti Perusahaan tutup tiba-tiba……terus Anda mau nglamar kerja lagi gitu ? Inget umur !!
  • Justru saat Anda nyaman bekerja dan punya tabungan banyak, mulailah berbisnis !!!
  • Sering-seringlah berkumpul dengan para pelaku bisnis agar ketularan ilmu bisnis mereka.
  • Anda sering berpikir : “ Halah ….. Itu dari dulu bisnis juga gak sukses-sukses tuh !”……. Anda lupa mental seorang pebisnis di dapatkan dari berbagai macam kegagalan demi kegagalan, asalkan terus berusaha dengan cara yang benar, pasti akan menemukan jalan yang tepat untuk sukses itu……( Kan Rasulullah juga seorang pebisnis !!! ….. Dari remaja bro beliau bisnis ….)
  • Mulailah dari sekarang dan jangan menunda lagi !, penyakit kronis yang berbahaya adalah menunda.
  • Wah….. Berat banget nich mau mulainya, …….PAKSAKAN untuk memulai !
  • Nanti kalau rugi bagaimana ? ….. Ya itu resiko bisnis, emang kalau kerja nggak ada resikonya ?
  • Mulailah dari yang kecil dulu!, apa itu ? “MENJUAL” atau “JUALAN” …….karena semua bisnis basicnya ya jualan…… Saya nggak bakat ! Ya dilatih ….. Semua juga perlu latihan dong !
  • SELAMAT MEMULAI BISNIS SAAT ANDA MASIH NYAMAN BEKERJA !!!
  • Bersambung ……………………………..